0
Dikirim pada 23 November 2012 di Chuuaph

#Coretan ke-2 di bulan Ramadhan

Masih dalam suasana, obral pahala besar-besaran…

Semangat memperbaiki diri, menahan diri dari segala bentuk nafsu, untuk menjaga kualitas puasa kita…

Juga dengan kultur baru di “komplek queen” memasuki bulan penuh berkah ini..

Ya, rutinitas ngaji pagi pukul 8.00 WIB dimulai….

Masih dengan kitab usfuriyah…, tahu artinya?, kitabnya isinya apa? (Di notes sebelumnya, ada penjelasannya)..

Dengan bekal kitab dengan khas kertas berwarna kuning, dengan tulisan arab yang cukup kecil dan tanpa harokat (gundul), berbondong-bondong ke majelis ilmu, berharap memperoleh cahaya Allah, ilmu.

Masuk hadits ke 3, ko bukan yang ke 2????, (kayakna yang ke 2 bolos, ada syuro di kampus pagi-pagi…:D)

Kalo notes sebelumnya, tentang kasih sayang, dan kisah tentang Sayyidina Umar menyelamatkan Usfur (burung pipit). Kalo yang ke tiga ini tentang meghormati orang yang lebih tua…

 

Ini yang bisa tercatat…:D

Dari Anas ibn Malik r.aberkata, bersabda Rasulullah SAW :Sesungguhnya Allah melihat keada wajah orang yang sudah renta pagi dan sore, dan berkata, “wahai hambaku sungguh.. telah besar gigimu, keriput kulitmu, rapuh tulangmu, dan dekat ajalmu…., maka malulah padaKu, Sesungguhnya aku malu pada uban-ubanmu untuk menyiksamu di neraka”

Dikisahkan, suatu pagi Sayyidina Ali r.a, pergi ke menuju ke jama`ah sholat shubuh dengan ceat-cepat, agar tidak tertinggal sholat berjama`ah dengan rasulullah. Di perjalanan, beliau bertemu dengn orang tua yang berjalan pelan di depan sayyidina Ali, sehingga beliau memelankan ritme jalannya dan berjalan di belakang orang tua itu dengan pelan an tidak membalap, beliau berpikir bahwa orang tua itu juga mau menuju ke masjid untuk sholat shubuh. Itu adalah bentuk penghormatan dan pengagungan (ta`dhim) dari sayyidina Ali kepada orang tua itu. Hingga, sampai sangat dekat dengan waktu terbitnya matahari, karena pelannya perjalanan itu. Namun tak disangka, ketika sampai di depan pintu masjid, orang tua itu masih meneruskan perjalanannya, dari situ Sayyidina Ali menyadari bahwa orang tua itu bukan orang islam tetapi orang nasrani. Kemudian beliau segera masuk ke masjid untuk mengejar sholat jama`ah. Tak disangka, ternyata rasulullah masih dalam posisi rukuk, dan beliau memanjangkan rukuknya sepanjang 2 rukuk. Itu bukanlah suatu kebiasaan rasulullah. Akhirnya Ali bisa mengejar untuk jadi makmum. Setelah sholat berjama`ah itu, Sayyidina Ali bertanya kepada rasulullah perihal kenapa beliau memanjangkan rukuknya yang tidak seperti biasanya. Rasulullah menjawab, “ketika  aku selesai membaca doa rukuk dan hendak mengangkat kepala untuk i`tidal, tiba-tiba jibril datang dan menahan punggungku agak lama dengan sayap2nya. Setelah agak lama, aku mengangkat kepala. Aku belum bertanya pada Jibril perihal itu”

 

Tiba-tiba Jibril datang, dan emngatkan kepada nabi Muhammad, “Wahai Muhammad, sesungguhnya Ali tadi bergegas menuju jama`ah sholat shubuhmu, namun di jalan dia bertemu dengan orang nasrani yang sudah tua, Ali tidak tahu jika orang tua itu adalah nasrani. Sehingga Ali ta`dhim keada orang tua itu dengan berjalan pelan di belakangnya dan tidak mendahuluinya. Dan Allah memerintahkanku untuk menahan, agar Ali masih dapat sholat berjama`ah”.

Bahkan pernah pula Allah memerinthakan untuk menahan terbitnya fajar, karena hal yang serupa….

Ya, menghormati orang yang lebih tua (kedua orang tua, tetangga, kakek nenek, dan semua-mua yang lebih tua) wajib kita lakukan, karena itu slah satu hak mereka

Dan kisah di atas tadi, menunjukkan betapa Allah sangat menilai dengan harga tinggi, penghormatan hambanya kepada orang yang lebih tua

Apalagi terhadap orang tua kita “Al-janntau tahta aqdamil ummahat”, syurga di bawah telapak kaki ibu

Nah, di bulan yang penuh maghfiroh ini, mari kita tempa dan latih diri kita menjadi hamba, yang santun dan ta`dhim kepada yang lebih tua.., yuuuk buktikan….

 

Catatan tambahan :

1.       Dalam suatu hadits, anak mudah yang rambutnya sudah beruban. 1 uban menunjukkan kebaikan, amka dimakruhkan untuk mencukurnya atau mencabutnya.. (Adakah dari teman-teman yang beruban? ^_^, Subhanallah jangan dicabut, apalagi disemir)

2.       “Al-janntau tahta aqdamil ummahat”, ummahat disini mencakup pula, ummahatul muslimin yaitu istri-istri Rasulullah

3.       Pesan special untuk para penghuni Komplek Queen, termasuk ta`dhim kita kepada ustadz juga kan?, hayo jaga sikap, dan ucapan kalo pas ngaji, jangan ceng-cengin ustadz ya…(kan udah ngaji ta`limul muta`alim..^_^

 



Dikirim pada 23 November 2012 di Chuuaph
comments powered by Disqus


connect with ABATASA